Warna Kekuningan & Keruh, Darah Haid Atau Bukan?

Wed 13 May 2015 04:25 | 0
Siti Maryam

Para ulama telah sepakat bahwa darah haidh adalah darah yang berwarna hitam atau merah. Selain itu, mereka juga sepakat bahwa cairan yang berwarna keruh atau kekuningan jika keluar disaat haidh dianggap darah haidh, berdasarkan riwayat dari Aisyah r.a: عن عائشة - رضي اللهُ عنها - أن النساء كُن يبعثن بالدرجة فيها الكُرسُفُ فيه الصفرةُ فتقُولُ لا تعجلن حتى ترين القصة البيضاء. Para wanita mendatangi Aisyah dengan membawa baskom berisi kapas yang terdapat shufrah (cairan berwarna kekuningan). Mereka bertanya, apakah sudah boleh shalat. Kemudian Aisyah menjelaskan, ‘Jangan buru-buru, hingga kalian melihat al-qushah al-baidha (cairan yang berwarna putih). Maksud dari perkataan Aisyah adalah: hingga benar-benar bersih dari darah haidh. Namun, para ulama berbeda pendapat jika darah yang berwarna keruh dan kekuningan tersebut keluar diluar waktu haidh. Apakah ia termasuk haidh atau hanya cairan? Berdasarkan riwayat Ummu ’Athiyah: كُنا لا نعُد الصفرة والكُدرة بعد الطهر شيئا Kami tidak menganggap darah yang berwarna keruh dan kekuningan yang keluar setelah suci adalah darah haidh.

 

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

والحُمرةُ والصفرةُ والكدرةُ في أيام الحيض حيض حتى ترى البياض الخالص . Darah yang berwarna merah, kekuningan dan keruh yang keluar dihari-hari haidh termasuk darah haidh sampai ia (perempuan) melihat cairan putih .

والحُمرةُ والصفرةُ والكدرةُ في أيام الحيض حيض حتى ترى البياض الخالص . Darah yang berwarna merah, kekuningan dan keruh yang keluar dihari-hari haidh termasuk darah haidh sampai ia (perempuan) melihat cairan putih . .

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 1 hal. 162 | Zuria

Ad-Dasuqi (w. 1230 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir sebagai berikut :

سواء رأتهُما في زمن الحيض أو لا

Sama saja, baik melihatnya (cairan kekuningan dan keruh) dihari-hari haidh, maupun diluar hari haidh. .

Ad-Dasuqi, Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir, jilid 1 hal. 167 | Maryam

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

وقولُهُ دمُ الجبلة بكسر الجيم وتشديد اللام أي الخلقة ومعناهُ دمُ الحيض المُعتاد الذي يكُونُ في حال السلامة وليس هُو دمُ العلة الذي هُو دمُ الاستحاضة وأما الصفرةُ والكُدرةُ فقال الشيخ ابو حامد في تعليقه هُما ماء أصفرُ وماء كدر وليسا بدم

darah yang kental dan menggumpal adalah darah haid yang keluar saat perempuan dalam keadaan normal (tidak sedang sakit). ia bukanlah darah illah (darah yang keluar karena sakit) karena darah illah itu adalah darah istihadhah .

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 2 hal. 389 | Azizah

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

وحكم الصفرة والكدرة حكم الدم العبيط في أنها في أيام الحيض حيض، وتجلس منها المبتدئة كما تجلس من غيرها .

Darah yang berwarna kuning dan keruh dihukumi sebagaimana darah yang berwarna merah segar yang keluar saat haidh, Maka seorang wanita yang baru mengalaminya (mubtadi’ah) dihukumi sebagaimana perempuan yang sudah biasa mengalami. .

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 242 | Siska

Menurut madzhab Hanabilah selain darah yang berwarna hitam dan merah, darah yang berwarna kuning dan keruh pun jika keluar dihari-hari haidh dihukumi sebagai darah haidh. Namun jika ia keluar diluar hari haidh, tidak dianggap haidh. Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

فوجدنا النص قد ثبت وصح بأنهُ لا حيض إلا الدمُ الأسودُ، وما عداهُ ليس حيضا، لقوله - عليه السلامُ - «إن دم الحيض أسودُ يُعرفُ»

Dan kami menemukan sesuai teks hadits yang shahih bahwasanya darah haidh hanyalah darah yang berwarna hitam, selain itu tidak termasuk darah haidh. Berdasarkan hadits nabi s.a.w: Sesungguhnya darah haidh berwarna hitam dan dapat diketahui/dibedakan. .

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 380 | Zuria

Madzhab ini tidak menganggap warna-warna darah, dan mengambil kesimpulan berdasarkan teks hadits Ummu ‘Athiyah, menurut madzhab ini, cairan keruh dan kekuningan sama sekali bukan darah haidh, baik ia keluar dihari haidh maupun diluar hari haidh. Madzhab ini juga berdalil dengan hadits: إن دم الحيض أسودُ يُعرفُ Sesungguhnya warna darah haidh adalah hitam dan dapat diketahui/dibedakan.

allahu a'lam

Baca Lainnya :

Bolehkah Wanita Haid Menyentuh Mushaf?
Achadiah | 2 May 2015, 02:04 | published
Bolehkah Wanita Haidh Masuk dan Berdiam di dalam Masjid?
Isnawati | 9 September 2015, 10:51 | draft
Batasan Minimal dan Maksimal Usia Haidh
Fatimah Khairun Nisa | 9 September 2015, 11:08 | published
Batasan Durasi Minimal dan Maksimal Masa Haidh
Siti Sarah Fauzia | 5 May 2015, 08:05 | published
Darah Keluar Sebelum Melahirkan, Haidh atau Istihadhah?
Miratun Nisa | 6 May 2015, 19:30 | published
Darah Keluar Melewati Maksimal Nifas. Haid Atau Istihadhah?
Siti Maryam | 6 May 2015, 01:00 | published
Darah Keluar Karena Keguguran, Nifas atau Bukan?
Siska | 7 May 2015, 07:12 | published
Hukum Tawaf Dalam Keadaan Haidh
Nur Azizah Pulungan | 8 September 2015, 12:00 | draft
Jima Ketika Darah Haidh Sudah Berhenti Tapi Belum Mandi Janabah
Qathrin Izzah Fithri | 10 September 2015, 06:11 | draft
Warna Kekuningan & Keruh, Darah Haid Atau Bukan?
Siti Maryam | 13 May 2015, 04:25 | published
Bolehkah Wanita Haidh Melafadzkan Al-Quran?
Ipung Multiningsih | 14 November 2015, 20:19 | published